JiKa KeJaHaTaN DiBaLaS KeJaHaTan, MaKa iTu aDaLaH DenDaM. JiKa KeBaiKan DiBaLas KeBaiKaN, iTu aDaLaH pErKaRa BiaSa. JiKa KeBaiKaN DiBaLaS KeJaHaTaN, iTu aDaLaH ZaLiM. TaPi JiKa KeJaHaTaN DiBaLaS KeBaiKaN, iTu aDaLah MuLia & TerPuJi....

TIME~

Calendar

ToTaL PaGeviEwS

Thursday, 19 May 2011

LUMPUH VS MATI

Jika penyakit lumpuh adalah kehilangan kendali atas sesebuah anggota badan, maka maut adalah lumpuh yang menimpa seluruh anggota badan.

Setelah semua tanda-tanda kiamat yang telah diberitakan Nabi s.a.w. hadir di pentas dunia, maka kiamat yang ditunggu-tunggu segera berlaku. Ibarat seorang wanita yang sepanjang sembilan bulan lamanya merasakan beratnya mengandung, akhirnya hari kelahiran yang ditunggu-tunggu itu tiba.
Firman Allah yang bermaksud: “Apabila sangkakala itu ditiup dengan sekali tiup. Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dihancurkan sekali hentakan. Maka pada hari itulah terjadi Kiamat.” (Al-Haqqah 69:13-15).
Alam semesta menyaksikan kehancuran manusia, dan maut merenggut semua makhluk yang hidup sama ada yang berada di langit dan bumi tanpa meninggalkan seorang pun.
Peristiwa ini terjadi begitu cepat dan tiba-tiba. Semua manusia meninggal dunia dalam keadaan terkejut dan tanpa persiapan apa-apa. Rasulullah s.a.w bersabda, “Demi Allah, kiamat akan tiba ketika dua orang penjual beli sedang membentang kain dagangan mereka. Mereka tidak sempat bertransaksi atau melipat kembali barang itu. Kiamat akan tiba ketika seseorang telah memerah susu ternaknya namun belum sempat menikmatinya. Kiamat akan tiba ketika seseorang baru saja memperbaiki kolam namun belum sempat meminum airnya. Kiamat akan tiba ketika seseorang telah mengangkat suapan namun belum sempat memakannya.” (HR Al-Bukhari).
Pada hari yang sangat dahsyat ini, semua manusia, bahkan semua makhluk hidup, merasakan maut bersama-sama. Jika sebelumnya seseorang hanya menyaksikan kematian, pada hari ini ia merasakannya. Semua ini menandakan berakhirnya bahagian pertama dari kitab kehidupan dan bermulalah bahagian kedua yang sangat menentukan.

Hakikat Kematian
Imam Abu Hamid Al-Ghazali menjelaskan bahawa kematian sebenarnya hanyalah perubahan kondisi yang dialami roh dari memiliki kuasa penuh atas jasad kepada kehilangan kuasa itu. Roh yang sebelumnya dengan berleluasa menggunakan mata untuk melihat, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar dan semua anggota jasad yang lain sebagai alat bantunya, pada saat ini ia tidak mampu melakukannya lagi. Jika penyakit lumpuh adalah kehilangan kendali atas sesebuah anggota badan, maka maut adalah lumpuh yang menimpa seluruh anggota badan.
Apabila hal itu terjadi, ia bagaikan orang yang baru bangun dari tidur panjang dan tersingkap di depan matanya hakikat-hakikat yang selama ini ia lalaikan. Hakikat yang pertama kali dia dapat melihat semua amalan yang dilakukan selama hidup berserta balasan yang dijanjikan.
Jika amalan yang dilakukan selama ini baik, maka ketenangan dan kegembiraan segera memenuhi hatinya. Malaikat Maut datang kepadanya dengan penampilan yang menyejukkan sambil membawa jemputan Ilahi, “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diredai-Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam syurga-Ku.” (Al-Fajr: 27-30).
Rohnya segera keluar dari jasad dengan mudah tanpa sebarang seksaan. Malah bagi orang tertentu, maut adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang merasa terpenjara di dunia yang sempit ini sejak lama dan menunggu hari pembebasan dengan tidak sabar.
Bagi mereka, maut adalah gerbang kebebasan yang akan membawa ke alam yang penuh keindahan dan menjumpai kekasih yang dicintai. Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash berkata, “Perumpamaan seorang mukmin yang melepaskan rohnya ibarat seseorang yang tertawan di dalam penjara lalu dibebaskan daripadanya.” Abu Darda ra berkata, “Aku mencintai kematian kerana rinduku kepada Tuhan.” Rabi’ bin Khaitsam berkata, “Tidak ada sesuatu yang ditunggu-tunggu mukmin yang lebih baik daripada kematian.”
Imam Al-Ghazali berkata, “Kelazatan terbesar ditemui para syuhada yang terbunuh di jalan Allah. Sebab mereka tidak maju ke medan perang melainkan setelah memutuskan segala hubungan dengan dunia dan sangat merindui berjumpa dengan Allah s.w.t.”
Kisah-kisah tentang hal ini sangat banyak, salah satunya diriwayatkan Al-Hafiz Abu Nu’aim dalam “Hilyat Al-Awlia” dari Hatim Al-Asham, “Suatu ketika kami bersama Syaqiq Al-Balkhi dalam suatu peperangan melawan bangsa Turki. Hari itu sangat mengerikan, kepala banyak yang berterbangan dan pedang-pedang banyak yang patah. Syaqiq bertanya kepadaku, “Bagaimana perasaanmu saat ini? Demi Allah, perasaanku saat ini sama seperti perasaanku pada malam pengantin.”
Perhatikan juga kisah yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal dari Said bin Abdul ‘Aziz Al-Tanukhi, “Tidak ada orang yang pernah melihat bidadari dalam keadaan sadar (tidak bermimpi) selain Abu Mukhramah. Suatu hari ia pergi untuk suatu hajatnya. Tiba-tiba ia melihat seorang bidadari di dalam sebuah kubah, di atas tempat tidurnya. Ketika melihatnya, Abu Mukhramah segera memalingkan wajah. Bidadari itu segera berkata, “Datanglah ke sini, wahai Abu Mukhramah. Aku isterimu dan ini isteri fulan.” Ia kemudian kembali kepada teman-temannya dan menceritakan hal itu. Mereka segera menulis wasiat kemudian mati syahid bersama-sama.”
Meski begitu, sebuah hadis menceritakan bahawa maut tetap menyakitkan dan pedihnya masih terasa hingga bertahun-tahun kemudian. Imam Ahmad meriwayatkan dalam bahagian “al-Zuhd”, daripada Jabir bin Abdillah bahawa Rasulullah s.a.w. bercerita tentang sekelompok orang dari Bani Israil yang mendatangi sebuah perkuburan. Mereka berkata, “Mari kita solat dua rakaat lalu berdoa agar Allah mengeluarkan seseorang yang telah mati untuk kita tanyakan kepadanya tentang kematian.” Mereka lalu melakukan usulan tersebut. Tiba-tiba, seorang lelaki mengeluarkan kepalanya dari kubur. Di dahinya terlihat tanda sujud. Ia berkata, “Apa yang kalian inginkan dariku? Aku mati seratus tahun lalu, namun pedihnya masih aku rasakan hingga saat ini. Mintalah agar Allah mengembalikan aku ke tempatku semula.”
Jika seperti itu keadaan orang yang mati dalam iman, kita tidak dapat membayangkan terseksanya orang yang mati sambil membawa amalan yang buruk apatah lagi kekafiran, na’uzu billah. Namun kita dapat memperkirakan bahawa hatinya pasti dipenuhi kengerian. Dengan sekuat tenaga ia memekik dan melawan agar tidak keluar dari jasad, namun Malaikat Maut jauh lebih kuat darinya.
Sekuat apa pun perlawanan dan pekikan yang dilaungkan, ketentuan Allah tidak dapat dirubah. “Andai engkau melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): Rasakanlah seksa yang membakar. Hal ini demikian disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya.” (Al-Anfal:50-51).
Mereka adalah orang-orang yang hatinya telah menyatu dengan dunia dan melupakan akhirat sama sekali. Sehingga ketika masa perpindahan tiba dan negeri akhirat diperlihatkan, mereka menolak untuk berpindah ke tempat yang baru. Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik pernah bertanya kepada seorang ulama tabiin yang bernama Abu Hazim Salamah bin Dinar, “Mengapa kami takut mati?” Abu Hazim menjawab, “Karena kalian memakmurkan rumah kalian di dunia dan meruntuhkan rumah kalian di akhirat. Maka kalian takut berpindah dari kemewahan kepada reruntuhan.”

Mengingat Kematian
Mengingat kematian akan mendorong seseorang mempersiapkan diri untuk perjalanan ke akhirat. Dan hal itu menjadi faktor utama yang mendorong dirinya untuk melakukan perbuatan mulia sekali gus menjadi penghalang daripada tercetusnya perbuatan tercela. Oleh sebab itu, Rasulullah s.a.w bersabda, “Perbanyaklah mengingati penghancur kelazatan, iaitu maut.” (HR Ibn Hibban). Dari Syaddad bin Aus bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda, “Orang yang pandai ialah orang yang selalu memeriksa dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah mati.” (HR Al-Tirmidzi).
Ibn Al-Mubarak meriwayatkan dari Malik bin Mighwal (Imam Ahmad meriwayatkannya dari Ibn ‘Uyainah), “Seorang laki-laki pernah dipuji di hadapan Rasulullah s.a.w. lalu Baginda bertanya, “Apakah ia sering mengingati kematian?” Mereka menjawab, “Tidak selalu.” Baginda berkata, “Orang itu tidak layak dipuji.” Riwayat ini mursal.
Mengingati kematian telah mewarnai kehidupan tokoh ulama, sahabat dan tabiin. Oleh sebab itu, Abdullah bin Mas’ud pernah marah kepada orang yang dilihatnya tertawa ketika menghantar jenazah. Ia berkata, “Kau tertawa ketika menghantar jenazah? Aku tidak akan berbicara denganmu selama-lamanya.” Zuhair Al-Aqtha berkata, “Setiap kali Ibn Sirin mengingatkan kematian, semua anggota tubuhnya seakan lumpuh.” Qubaisah bin ‘Uqbah berkata, “Setiap kali aku duduk bersama Sufyan Al-Thauri, aku selalu mengingati kematian. Sebab tidak ada orang yang lebih banyak mengingat kematian daripadanya.”
Lebih hebat dari itu, Imam Al-Dzahabi bercerita tentang Rib’ie bin Khirasy Al-Ghatafani, seorang ulama tabiin yang bersumpah tidak akan tertawa hingga ia mengetahui apakah dia seorang penghuni syurga atau penduduk neraka. Sejak itu, ia tidak pernah dilihat tertawa hingga pada hari dicabut nyawanya. Pada hari kematiannya itu, wajahnya terlihat tersenyum. Kisah yang serupa diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab “Al-Zuhd” terjadi pada diri Ghazwan Al-Kufi.

Sunyi
Setelah seluruh alam semesta ini hancur tidak tersisa, hanya kesunyian yang memenuhi alam ini. Al-Quran menceritakan bahawa pada hari itu, Allah s.w.t. melipat langit dan bumi seperti lipatan buku lalu berkata, “Siapakah yang paling berkuasa hari ini?” Tidak ada jawaban. Lalu Allah sendiri yang menjawab, “Allah yang Maha Esa dan Maha Kuat.” (Al-Ghafir:16).

Thursday, 5 May 2011

KAZRUYA AWAKES THE THIEF


















THE PIOUS STUDENT
































PEREMPUAN MEMANG DIJADIKAN BEGINI SIFATNYA





Andai lelaki tahu..Apabila seorang perempuan jatuh cinta,lelaki itu tidak semestinya punya segalanya tetapi lelaki itu adalah segalanya di hatinya.

Andai lelaki tahu..Apabila seorang perempuan itu mengalirkan air mata, itu bukan bermakna dia lemah, tetapi dia sedang mencari kekuatan untuk terus tabah menyintai lelaki itu.

Andai lelaki tahu..Apabila seorang perempuan marah, memang dia tidak mampu mengawal perasaannya tapi percayalah, itulah maknanya dia sangat mengambil berat dan menyayangi lelaki itu. Lihat saja pasangan yang baru bercinta, mereka jarang bergaduh. Tetapi percayalah semakin bertambah sayang mereka pada seseorang, semakin pula banyak pertelingkahan yang berlaku.

Andai lelaki tahu..Apabila perempuan bercakap banyak, dia tidak pernah bermaksud untuk membuat anda rimas, tapi dia mahu lelaki mengenalinya dengan lebih dekat.

Andai lelaki tahu..Apabila perempuan berkata dia mahu anda berubah, itu bukan bermakna dia tidak mahu menerima anda seadanya, tetapi dia mahu menjadikan anda lebih baik, bukan untuk dirinya, tetapi untuk masa depan anda.

Andai lelaki tahu..Apabila perempuan cemburu dan tidak percayakan anda, bukan bermakna dia tidak sayang..tetapi dia terlalu sayangkan anda dan masih mengangap anda anak kecil yang masih memerlukan sepenuh perhatian. Kadang2 dia terlalu risau sekiranya terlalu percaya, anda akan mengkhianati kepercayaan yang diberi. Naluri keibuannya sangat kuat. Dia hanya mahukan yang terbaik untuk anda.

Andai lelaki tahu..Apabila perempuan merajuk, jangan kata dia mengada-ngada. Dia bukannya mahu dipujuk dengan wang ringgit atau hadiah sedozen, tetapi cukup dengan perhatian yang boleh buat perempuan rasa dihargai.

Andai lelaki tahu..Apabila perempuan jarang mengatakan ‘i love u’, itu tidak bermaksud dia tidak menyintai tetapi dia mahu lelaki itu merasai sendiri cintanya, bukan hanya hadir dari kata-kata tetapi juga melalui bahasa tubuhnya.

Andai lelaki tahu..Apabila perempuan kata dia rindu sama kamu, dia benar-benar maksudkannya. Apabila berjauhan, bayanganmu akan sentiasa bermain di mata.

Andai lelaki tahu..Apabila perempuan kata lelaki lain itu lebih baik dari kamu, jangan percaya kata-katanya kerana dia hanya mahu menguji kamu. Dia mahu melihat sejauh mana kamu sanggup menjadi yang terbaik di matanya. Walaupun sebenarnya memang kamulah yang terbaik di hatinya. Selagi dia dengan kamu, percayalah, walaupun perempuan menganggap masih ramai lagi yang lebih baik di matanya tetapi di hatinya, kamu tetap yang terbaik.

Andai lelaki tahu..Apabila perempuan menjadi degil, dia bukan bermaksud untuk menjadi degil tapi dia mahu melihat sejauh mana lelaki itu mampu bersabar dengan kerenahnya. Percayalah, hati perempuan itu sangat lembut. Andai kena caranya, jangan terkejut kalau akhirnya dia menukar fikirannya dalam masa sesaat.

Andai lelaki tahu..Apabila perempuan berkata, “tolong tinggalkan saya!”, dia tidak bermaksud menyuruh anda pergi selamanya. Dia hanya mahu menenangkan fikirannya sebentar saja. Apabila dia kembali tenang, percayalah dia akan mencari anda semula. Itu tandanya dia benar-benar menyintai anda. Perempuan sukar untuk mengawal perasaan. Dia terlalu emosional. Tapi dialah yang paling menyayangi anda dan sangat sensitif dengan perubahan pada diri anda.

Andai lelaki tahu..Sememangnya Allah menciptakan lelaki dan perempuan itu dengan perbezaan yang tersendiri. Tetapi sekiranya mereka saling memahami, mereka akan saling melengkapi dan menyempurnakan . Perempuan itu diciptakan oleh Allah indah sekali. Di sebalik air matanya, tersimpan seribu satu kekuatan yang bakal menjadikan seorang lelaki itu merasa selamat bersamanya. Biarpun zahirnya perempuan itu tampak lemah tapi dia punya kekuatan tersendiri yang bisa menggoncang dunia dan mungkin bisa pula membuat lelaki menjadi lemah kerananya. Jadi hargailah kehadiran seorang perempuan dalam hidup anda kerana dia didatangkan bukan dengan kelemahan sahaja tetapi dia juga ada kekuatan untuk menyokong anda dan membuatkan hidup anda lebih sempurna. Dialah yang bakal menjadi perempuan bekerjaya, isteri juga ibu yang terbaik untuk anak2 anda.

DID YOU THANK GOD FOR YOUR EYESIGHT?



IMAN AND HUDA


1. Huda is my name

2. What is Salat?
3. A Command From Him

4. He Can Do Everything
5. he Gave Us A Lot of Things





Friday, 29 April 2011

8 JENIS SOLAT ORANG ZAMAN SEKARANG






1-Solat ikut-ikutan.
Solat secara zahir sahaja, solat secara membuta-tuli, solat tanpa mengetahui hukum hakam solat.
Solat ini adalah solat orang durhaka dan mendapat kemurkaan Allah SWT di dunia dan akan diazab oleh Allah SWT di Akhirat kelak.

2-Solat ikut mood.
Solat orang yang tahu hukum-hakam solat tetapi tidak melawan kehendak hawa nafsu selepas menunaikan solat. Kebanyakkan umat Islam zaman sekarang solat sebegini, merka solat mereka buat dosa, mereka solat mereka buka aurat dan berpakaian seksi, mereka solat mereka turut berzina dan minum arak serta berzina, mereka solat mereka juga pakai gelang kaki, mereka solat mereka juga hisap dadah. Bagi mereka solat perkara biasa dan buat maksiat juga perkara biasa, mereka tidak jadikan Sunnah Rasulullah SAW sebagi panduan tetapi mereka jadikan Allah SWT sebagai patung yang bertugas sebagai pengampun dosa mereka, mereka hanya beriman kepada Al-Quran beberapa ayat sahaja dinataranya " Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang, maka mereka berpeluang melakukan apa sahaja perkara durjana dan " Allah SWT tetap mengampunkan dosa kecuali dosa syirik " oleh yang demikian pada anggapan mereka, mereka tidak pernah melakukan syirik pada hal kehidupan mereka sentiasa dipenuhi dosa syirik khafi, yang mana pada hakikat sebenarnya mereka telah melakukan syirik besar tanpa mereka sedari.

3-Solat orang yang lalai.
Solat golongan ini adalah solat mereka yang tidak mencintai Bahasa Allah SWT, mereka jadikan Bahasa Allah SWT sebagai bahasa arab, sedangkan mereka tidak dapat membezakan Bahasa Al-Quran dengan Bahasa Arab. Bahasa Al-Quran yang Allah SWT turunkan dalam Al-Quran Al-Karim adalah Istilah-Istilah yang amat tinggi yang perlu dikupas dengan kupasan atau tafsir atau penerangan melalui hadis. Jika seseorang dapat mengamati Bacaan Ayat-ayat suci Al-Quran Al-Karim pasti orang tersebut tidak akan lalai di dalam solat kerana orang tersebut sedang mengungkap Bahasa Allah SWT bukan Bahasa arab.
Orang yang memahami Bahasa Allah SWT akan menjadikan dirinya kagum dan suci semasa melafazkan setiap huruf-huruf Al-Quran Al-Karim. Jasad dan Rohnya akan berintreraksi dengan Allah SWT semasa solat. Solat orang sebegini tidak akan lalai tetapi solat orang yang lalai adalah solat yang mereka kerjakan sebagai adat budaya bangsa mereka dan sebagai pesta ibadat kepada Allah SWT yang bercampur dengan berbagai Misi dan Visi.

4- Solat Awam.
Solat golongan yang cukup syarat, tahu bahasa arab, tahu fadhilat, tahu doa dan sempurna segala bacaan berkaitan dengan solat. Semasa solat mereka masih terselit tujuan solat yang bermatlamatkan pahala, syurga, bidadari dan sebagainya. Mereka tidak akan solat jika tidak dibalas dengan pahala, syurga, bidadari dan sebagainya. Mereka akan mempertikaikan janji Allah SWT yang termaktub didalam Al-Quran Al-Karim. Mereka masih merasakan mereka lebih besar daripada Allah SWT dan mampu mendakwa dan memerintah Allah SWT untuk melaksanakan segala janji-janji Allah SWT kepada mereka.

5-Solat orang yang kurang khusyuk.
Golongan ini mampu mencapai khusyuk didalam solat tetapi bukan sentiasa dalam keadaan sedemikian, namun kadang-kala khusyuk. Solatnya masih khayal dan teringatkan urusan dunia diluar solat, mereka insaf dan sedar tetapi hatinya tidak putus dengan urusan dunia.
Golongan ini masih lemah iman dan masih bertuhankan hawa nafsu pada hakikatnya. Golongan ini masih memerlukan Mujahadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

6- Solat Orang Soleh.
Golongan ini solat dengan penuh keilmuan, memahami lafaz-lafaz Allah SWT yang termaktub didalam Al-Quran Al-Karim, hati dan jasadnya telah dekat dengan Allah SWT. urusan dunia tidak mampu melalaikannya kepada Allah SWT. Kekayaan dunia dan pangkat yang dimilikinya di luar solat tidak akan menjauhkan dirinya daripada Rumah Allah SWT. Malah Pangkat dan Kekayaan dunia yang dimilikinya makin mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Hati dan lidahnya sentiasa memuji Kebesaran Allah SWT sehingga Allah SWT menggelarkan mereka dengan gelaran " Al-Abrar atau Ashabul Yamin ".

7-Solat Golongan Al-Muqarrabin.
Solat golongan ini adalah solat yang ditunaikan dengan penuh kenikmatan dan hubungan mereka semasa solat amatlah Indah. Mereka terlalu dekat dengan Allah SWT semasa solat, sujud dan tasbih sentiasa mengiringi setiap gerak geri hati dan pergerakkan mereka semasa solat dan diluar solat.
Solat adalah peluang terbaik untuk mereka memuja Allah SWT, mereka hanya memuja Allah SWT. Mereka tidak memuja dunia, pangkat dan wanita, setiap pekerjaan dunia mereka, merek akan olahkan menjadi syariat dan satu kefardhuan atau kewajipan yang mesti selaras dengan kehendak Allah SWT. Tiada politik kepentingan peribadi dan tiada menjadikan Islam dan Allah SWT sebagai barang dagangan yang boleh dijual beli. Segala-galanya daripada Allah SWT dam mesti dikembalikan kepada Allah SWT. Kita sebagai manusia yang lemah tidak layak memiliki sesuatu kerana segala-galanya adalah milik allah SWT.
Golongan ini Allah SWT anugerahkan pangkat " Al-Muqarrabin ".

8-Solat Golongan As-Siddiq.
Golongan ini adalah golongan yang tertinggi kedudukannya di sisi Allah SWT. Solat adalah talian hayat hidup mereka. Semua kandungan hikmah didalam solat dizahirkan kealam fana. Unsur puasa didalam solat, unsur khusyuk, unsur kesucian, unsur pemujaan dan sebaginya dilahirkan atau dizahirkan didalam kehidupan seharian.
Akhlak semasa solat adalah sama Akhlaknya diluar solat. Hati mereka sentiasa sejuk dan tenang. Segala kesakitan dan penderitaan akan hilang apabila dia mengadap Allah SWT atau semasa solat.
Segala ilmu dan teknologi yang manusia harapkan adalah milik mereka. Segala tindakan makhluk tidak akan memberi apa-apa kesan dalam kehidupannya. Sesungguhnya mereka telah mewakilkan Allah SWT dalam semua urusan, sama ada urusan dunia mahupun urusan Akhirat.
Mereka adalah Golongan yandaripada Allah SWT dengan gelaran " As-Siddiq ".

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...